Example 325x300
KETAPANG

Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa Terdampak Kekeringan, Tindak Lanjut Arahan Bupati

62
×

Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa Terdampak Kekeringan, Tindak Lanjut Arahan Bupati

Sebarkan artikel ini

KETAPANG – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Ketapang dalam beberapa bulan terakhir mulai menimbulkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Berkurangnya curah hujan secara drastis menyebabkan sejumlah titik sumber air warga mengering, sehingga akses terhadap air bersih menjadi kian sulit dan menjadi keluhan yang meluas di berbagai desa.

 

Example 325x300

Merespons situasi tersebut, Bupati Ketapang telah mengeluarkan arahan khusus kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak berdiam diri, melainkan saling berbagi dan membantu masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Arahan ini menjadi landasan utama bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk turun ke lapangan dan mencari solusi cepat bagi warga yang terdampak.

 

 

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ketapang segera mengambil langkah konkret dengan menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang paling terdampak kekeringan. Penyaluran dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Agustus 2026, dengan sasaran utama Desa Sungai Awan dan Desa Tanjung Baik Budi, dua wilayah yang dilaporkan mengalami penurunan ketersediaan air bersih yang cukup drastis belakangan ini.

 

 

Sebanyak 15.000 liter air bersih yang didistribusikan diambil dari sumber mata air Sukadana yang kualitasnya terjamin dan masih mengalir deras hingga saat ini. Air tersebut kemudian diangkut menggunakan truk tangki dan disalurkan langsung ke titik-titik kumpul warga di kedua desa sasaran.

 

Penyaluran bantuan air bersih ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan, yang turun ke lapangan bersama tim untuk memastikan proses pendistribusian berjalan lancar dan tepat sasaran. Kehadiran beliau di tengah masyarakat menjadi bukti keseriusan lembaga dalam merespons cepat keluhan warga di tengah situasi yang sulit ini.

“Kami hadir di sini sebagai respons nyata atas arahan Bupati Ketapang. Di tengah kemarau yang panjang dan sulit ini, seluruh OPD diminta turun dan saling berbagi. Masyarakat membutuhkan perhatian, terutama kebutuhan paling dasar yaitu air bersih. Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban warga,” ujar Harto SE, MSi di lokasi penyaluran.

 

Tak sekadar menghadapi masalah kekeringan, langkah ini juga sekaligus menjadi bagian dari upaya antisipasi dini menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang setiap tahun selalu mengintai wilayah Ketapang saat musim kemarau tiba. Dengan kondisi tanah yang kering dan suhu udara yang terus meningkat, ketersediaan air bersih di lingkungan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan penanganan awal jika terjadi kebakaran di sekitar pemukiman.

 

Masyarakat yang menerima bantuan tampak menyambut baik langkah cepat yang diambil oleh Bappeda Ketapang. Banyak warga mengaku sudah kesulitan mendapatkan air bersih dalam beberapa pekan terakhir, terpaksa harus menempuh jarak jauh untuk mengambil air atau membeli dengan biaya yang tidak sedikit. Hadirnya bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan keluarga selama musim kemarau masih berlangsung.

 

Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Bappeda menegaskan bahwa bantuan ini bukanlah satu-satunya langkah yang dilakukan. Selama musim kemarau masih berlanjut dan ancaman Karhutla belum mereda, pemantauan terhadap titik-titik rawan kekeringan akan terus dilakukan. Jika masih terdapat desa-desa lain yang mulai mengalami kesulitan serupa, penyaluran air bersih akan diupayakan secara berkelanjutan dan terkoordinasi bersama dinas-dinas terkait lainnya.

 

Harapan besarnya, dengan adanya kepedulian dan gerakan bersama dari seluruh jajaran pemerintah daerah, masyarakat dapat tetap menikmati akses air bersih yang layak, kebutuhan rumah tangga terpenuhi, serta tetap waspada dan siap siaga menghadapi potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan yang sewaktu-waktu bisa meningkat seiring masih tingginya suhu udara di wilayah Kalimantan Barat.

 

Tim Red

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *