Example 325x300
KETAPANG

Warga Soroti Dugaan Penggunaan Pasir Pantai pada Pembangunan Puskesmas Kendawangan

137
×

Warga Soroti Dugaan Penggunaan Pasir Pantai pada Pembangunan Puskesmas Kendawangan

Sebarkan artikel ini

Ketapang, Kalbar— Pembangunan Puskesmas Rawat Inap Kendawangan menjadi sorotan warga. Selain persoalan penutupan Jalan Raden Sune, masyarakat mempertanyakan dugaan penggunaan pasir pantai sebagai material dalam pekerjaan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.

 

Example 325x300

Keluhan warga terutama menyangkut apakah material yang digunakan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar yang dipersyaratkan dalam pekerjaan konstruksi.

 

Warga mengaku melihat material pasir yang digunakan di lokasi pembangunan dan memastikan pasir tersebut adalah pasir pantai. perihal tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas material yang digunakan untuk membangun fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

 

Kekhawatiran warga bukan semata-mata mengenai asal material, tetapi menyangkut kesesuaian material tersebut dengan spesifikasi teknis pekerjaan serta dampaknya terhadap kualitas dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

 

Warga Khawatir Soal Keselamatan Bangunan

 

Sejumlah warga bahkan mengungkapkan kekhawatiran apabila material yang digunakan dalam konstruksi ternyata tidak memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.

 

Salah seorang warga menyatakan dirinya merasa khawatir terhadap kondisi bangunan di kemudian hari apabila material yang digunakan tidak sesuai standar.

 

Kekhawatiran tersebut muncul karena bangunan yang sedang dikerjakan merupakan Puskesmas Rawat Inap, yang nantinya menjadi fasilitas pelayanan kesehatan dan digunakan oleh masyarakat.

 

“Yang kami khawatirkan kalau memang material yang digunakan tidak sesuai standar. Jangan sampai nanti bangunan sudah selesai, kemudian terjadi masalah pada konstruksi. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujar warga.

 

Namun, dugaan tersebut masih merupakan keluhan dan kekhawatiran masyarakat yang perlu mendapatkan penjelasan serta verifikasi teknis dari pihak berwenang. Redaksi tidak menyimpulkan bahwa pasir yang digunakan tidak memenuhi standar sebelum adanya hasil pemeriksaan material atau keterangan resmi dari instansi teknis.

 

Proyek Bernilai Rp8,7 Miliar

 

Sorotan terhadap material pembangunan menjadi semakin penting karena pekerjaan tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Ketapang Tahun Anggaran 2026.

 

Pekerjaan pembangunan atau pengembangan Puskesmas Rawat Inap Kendawangan dilaksanakan oleh CV Multi Perkasa Sentosa sebagai kontraktor pelaksana.

 

Adapun nilai pagu anggaran pekerjaan tercatat sebesar Rp8.779.782.000,00, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kerja.

 

Dengan nilai proyek mencapai miliaran rupiah, warga berharap penggunaan setiap material benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen pekerjaan.

 

Masyarakat juga meminta pihak terkait tidak menganggap remeh persoalan tersebut dan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai jenis, sumber, serta standar material yang digunakan dalam pembangunan.

 

Warga Minta Material Diperiksa

 

Warga berharap instansi teknis terkait dapat melakukan pemeriksaan terhadap material yang digunakan, khususnya pasir yang menjadi sorotan masyarakat.

 

Menurut warga, pemeriksaan diperlukan agar persoalan tersebut tidak berhenti sebagai dugaan atau spekulasi di tengah masyarakat.

 

Apabila material yang digunakan memang telah memenuhi standar dan spesifikasi pekerjaan, warga berharap hal tersebut dapat dijelaskan secara terbuka sehingga kekhawatiran masyarakat dapat terjawab.

 

Sebaliknya, apabila ditemukan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi, warga berharap pihak terkait mengambil langkah sesuai ketentuan.

 

Bukan Menolak Pembangunan Puskesmas

 

Warga menegaskan sorotan tersebut bukan berarti masyarakat menolak pembangunan Puskesmas Rawat Inap Kendawangan.

 

Masyarakat tetap mendukung pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. Namun, dukungan itu diharapkan dibarengi dengan jaminan bahwa pekerjaan dilaksanakan secara transparan, menggunakan material yang sesuai spesifikasi, serta memenuhi standar keselamatan konstruksi.

 

Selain persoalan material, warga sebelumnya juga mempertanyakan penutupan Jalan Raden Sune yang selama ini digunakan sebagai akses masyarakat. Ahli waris menyatakan tanah yang digunakan sebagai jalan tersebut belum pernah diserahkan atau dihibahkan kepada pihak Puskesmas.

 

Dua persoalan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat di tengah berlangsungnya pembangunan Puskesmas Rawat Inap Kendawangan.

 

Menunggu Klarifikasi Kontraktor dan Pemerintah

 

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari CV Multi Perkasa Sentosa selaku kontraktor pelaksana, pihak Puskesmas Rawat Inap Kendawangan, maupun instansi teknis Pemerintah Kabupaten Ketapang terkait dugaan penggunaan pasir pantai tersebut.

 

Tim Red

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *