Ketapang |Kegiatan penimbunan jalan poros Pelang–Sungai Kepuluk pada kilometer 23 hingga kilometer 26 mendapat respons positif dari warga setempat. Aksi gotong royong yang melibatkan masyarakat serta sejumlah pekerja tambang dari Persatuan Tambang Petir itu dilakukan sebagai upaya mengatasi kerusakan jalan yang telah lama dikeluhkan.
Warga menuturkan bahwa kondisi jalan yang berlubang dan licin, terutama saat musim hujan, kerap menghambat aktivitas harian. Ruas ini merupakan jalur vital bagi mobilitas masyarakat, angkutan hasil perkebunan, hingga kendaraan operasional tambang. Melalui gotong royong tersebut, warga berharap akses sementara dapat kembali layak dilalui sebelum perbaikan permanen selesai.
Kegiatan perbaikan swadaya ini direncanakan terus berlanjut hingga seluruh titik rusak pada area tersebut dapat tertangani sementara. Warga berharap pemerintah daerah dapat mempercepat pekerjaan perbaikan agar jalur utama itu kembali aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang tengah mengerjakan proyek perbaikan besar pada ruas Pelang–Sungai Kepuluk. Proyek tersebut merupakan kolaborasi antara anggaran APBD Ketapang dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan besar, yakni Harita, BGA, Sinarmas, dan Cargill.
Pekerjaan pembangunan difokuskan pada titik-titik kerusakan berat yang tersebar di sepanjang kilometer 3 hingga 23,259. Penanganan meliputi pengecoran dengan konstruksi minipile pada beberapa titik rawan serta pengaspalan pada ruas lainnya. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan dapat rampung pada akhir 2025.
Tim Red













