Example 325x300
PEMERINTAH

Merawat Silaturahmi di Rumah Besar Ketapang: Catatan Buka Puasa Bersama di Keraton Matan

35
×

Merawat Silaturahmi di Rumah Besar Ketapang: Catatan Buka Puasa Bersama di Keraton Matan

Sebarkan artikel ini

KETAPANG – Bupati ketapang, silaturahmi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Namun, di momen suci Ramadan ini, agenda buka puasa bersama menjadi kesempatan istimewa bagi saya untuk mempererat tali persaudaraan dengan seluruh elemen masyarakat.

 

Example 325x300

Hal itu pulalah yang membawa bupati ketapang hadir memenuhi undangan Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (Ikkramat) di Keraton Matan, Kelurahan Mulia Kerta, Rabu 4/3/2026. Di sana, bupati ketapang duduk bersama segenap zuriat dan sesepuh Kerajaan Matan dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

 

Prosesi Adat dan Kehangatan Penyambutan

Kedatangan rombongan bupati ketapang disambut dengan penuh kehormatan melalui serangkaian prosesi adat kerajaan yang kental. Dimulai dengan atraksi Silat Kutemare yang memukau dan pengalungan syal Kerajaan, suasana sakral semakin terasa saat prosesi diawali dengan dentuman Meriam Pusaka Padam Pelite.

 

Sebagai bentuk penghormatan dan doa restu, prosesi dilanjutkan dengan ritual Tepung Tawar. Bagi bupati ketapang, tradisi Tepung Tawar ini bukan sekadar seremoni; ini adalah warisan budaya Melayu yang sarat makna penyucian diri, keselamatan, serta harapan kebaikan bagi tamu yang dimuliakan.

 

Ketapang: Rumah Besar Kita Bersama

 

Dalam kesempatan tersebut, bupati ketapang menegaskan kembali komitmen bahwa Ketapang adalah rumah besar bagi kita bersama. Sebagai pemimpin bagi semua suku dan agama, bupati ketapang memandang keberagaman ini adalah kekuatan utama kita.

 

Bupati ketapang melihat Keraton Matan bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan aset negara dan daerah yang sangat berharga. Sebagai warisan luhur, Keraton perlu terus menjadi perhatian kita semua agar nilai-nilainya tetap hidup dan menjadi kompas moral bagi generasi mendatang.

 

Melestarikan Sejarah Melalui Dentuman Meriam

 

Ada kebanggaan tersendiri saat bupati ketapang turut serta menyalakan Meriam Padam Pelite sebelum waktu berbuka tiba. Penyulutan meriam pusaka yang telah berusia ratusan tahun ini adalah bagian dari upaya kita bersama dalam melestarikan sejarah dan menjaga marwah daerah.

 

“Kegiatan ini selain sebagai wadah silaturahmi, juga untuk mempererat jalinan keluarga Kerajaan Matan dengan Bupati,” ujar Dewan Mangku Ikkramat, Uti Royden Top.

 

Pusaka yang Terjaga

 

Bupati ketapang sangat mengapresiasi bagaimana keluarga besar Ikkramat merawat benda pusaka mereka, termasuk sepasang meriam pusaka (laki-laki dan perempuan) yang masih aktif hingga kini. Menjaga tradisi dan aset seperti ini adalah bagian dari tanggung jawab bupati ketapang untuk memastikan identitas Ketapang tetap kokoh.

 

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat, bupati ketapang berharap Ketapang terus tumbuh sebagai rumah yang nyaman, damai, dan penuh penghormatan terhadap akar sejarahnya bagi kita semua.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *