KETAPANG, – Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP.,M.Si memimpin Upacara Peringatan Hari Desa Nasional tahun 2026 yang digelar di Halaman Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Kamis (15/01/2026).
Upacara berlangsung secara sederhana namun khidmat, diikuti para camat, Kepala Desa, serta jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ketapang.
Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan dan penguatan sinergi antara pemerintah Desa dan Kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan dan pembangunan.
Bupati dalam amanatnya menegaskan bahwa Desa memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah dan keberhasilan pembangunan daerah.
Lebih lanjut menurut Bupati, kemajuan Desa akan berbanding lurus dengan kemajuan Kabupaten Ketapang secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan visi Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang Maju dan Mandiri, di mana Desa menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan kepemimpinan Desa, Pemkab Ketapang telah melaksanakan pula retreat Kepala Desa terpilih di Kompi 643 beberapa waktu lalu,” ujar Bupati.
Kegiatan tersebut jelasnya, bertujuan membangun karakter kepemimpinan, disiplin, kebersamaan, serta menyamakan persepsi kepala desa dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Bupati mengingatkan seluruh pemerintah Desa agar mengelola dana Desa secara transparan dan akuntabel. Dana desa harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan Desa.
“Pengelolaan Dana Desa harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegas Bupati.
Bupati dalam kesempatan tersebut juga mendorong peran aktif kepala Desa di tengah masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong.
Perbaikan jalan Desa dengan tingkat kerusakan ringan yang masih memungkinkan ditangani secara swadaya diharapkan dapat dilakukan bersama masyarakat, tanpa harus selalu menunggu anggaran pemerintah daerah.
Dalam bidang pendidikan, Bupati menegaskan bahwa kepala desa memiliki peran penting dalam mencegah anak putus sekolah.
“Kepala Desa, saya minta aktif mendata serta menginformasikan kepada masyarakat mengenai berbagai program pemerintah daerah di bidang pendidikan,” ucapnya.
Program tersebut antara lain bantuan buku tulis dan seragam sekolah gratis serta Kartu Ketapang Pintar, yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing harus dimulai dari Desa, dengan memastikan tidak ada anak Ketapang yang tertinggal dari bangku sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi,” ungkap Bupati.
Selain pendidikan, Bupati juga menekankan pentingnya percepatan program Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, sebagai fondasi utama dalam mewujudkan desa mandiri dan masyarakat yang sehat.
“ODF merupakan pilar pertama dari lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” ujar Bupati
Lima pilar STBM tersebut meliputi: Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) atau ODF, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAM-MRT), Pengamanan Sampah Rumah Tangga, dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.
Bupati menyampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 192 Desa atau 73,3 persen dari total 262 Desa di Kabupaten Ketapang telah dilaunching sebagai Desa ODF. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah desa, kecamatan, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Target saya dalam 3 tahun seluruh Desa di Ketapang sudah ODF. Kita patut bersyukur, dalam waktu 10 bulan sudah mencapai 73,3 persen Desa ODF. Ini modal kuat menuju Desa sehat dan mandiri,” tegas Bupati.
Bupati juga berharap peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur Desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong pembangunan Desa yang berkelanjutan.
“Saya menegaskan bahwa Ketapang adalah rumah besar kita semua. Rumah besar ini harus kita rawat dan bangun bersama secara adil dan berkelanjutan, dimulai dari desa sebagai fondasi utama, agar Ketapang benar-benar menjadi daerah yang maju dan mandiri,” pungkasnya.
Selanjutnya usai apel peringatan Hari Desa Nasional tersebut, juga digelar acara ramah tamah bersama kepala Desa, Camat dan Kepala OPD, hal ini menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan antara Kepala Daerah dan jajarannya.
Red













