Ketapang, Kalimantan Barat — Dalam rangka menjaga kebersihan serta melestarikan situs bersejarah daerah, kegiatan kerja bakti dilaksanakan di lingkungan Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura yang berlokasi di Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama terhadap warisan budaya yang memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Ketapang.
Kerja bakti tersebut diikuti oleh personel TNI Yonif TP 832/PA bersama Lurah Mulia Kerta, Uti Mulyadi, SE, serta melibatkan unsur masyarakat dan tokoh setempat. Sejak pagi hari, para peserta sudah berkumpul dan memulai kegiatan dengan doa bersama, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon kelancaran selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan halaman dan pekarangan keraton, pemotongan rumput liar, pengumpulan sampah, pembersihan selokan, hingga penataan kembali area sekitar bangunan keraton agar terlihat lebih rapi dan terawat. Personel TNI bersama masyarakat tampak kompak dan penuh semangat, saling bekerja sama tanpa membedakan peran, mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura sendiri merupakan salah satu ikon sejarah dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Ketapang. Sebagai peninggalan kerajaan yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah daerah, keberadaan keraton perlu dijaga kelestariannya agar tetap menjadi sumber pengetahuan sejarah serta destinasi budaya bagi generasi mendatang.
Lurah Mulia Kerta, Uti Mulyadi, SE, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI Yonif TP 832/PA serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan kerja bakti ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan, aparat TNI, dan masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan warisan budaya adalah tanggung jawab kita bersama. Keraton Matan Tanjungpura bukan hanya milik satu pihak, melainkan milik seluruh masyarakat Ketapang yang harus kita rawat dan jaga bersama,” ujarnya.
Sementara itu, keterlibatan TNI Unit 832 dalam kegiatan sosial kemasyarakatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam mendukung kegiatan sosial dan pelestarian budaya.
Melalui kegiatan kerja bakti ini, diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman di sekitar Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh positif serta memotivasi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan melestarikan situs-situs bersejarah sebagai identitas dan kebanggaan daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat diharapkan terus terjalin demi kemajuan serta pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya di Kabupaten Ketapang.













