Ketapang, kalbar,HULU SUNGAI – Harapan masyarakat Dusun Tanjung Lambai, Desa Senduruhan, Kecamatan Hulu Sungai, untuk menikmati aliran listrik akhirnya mulai menemui titik terang. Dalam rangkaian kunjungan kerja sekaligus silaturahmi Ramadan kali ini, bupati ketapang berkesempatan menginap di rumah warga sekaligus memimpin penancapan tiang listrik pertama.
Suasana khidmat dan meriah menyelimuti Dusun Tanjung Lambai saat bupati ketapang tiba. Kedatangan bupati ketapang disambut hangat dengan prosesi adat setempat dan atraksi pencak silat yang memukau. Ini merupakan bentuk penghormatan luar biasa dari masyarakat terhadap kepala daerah pertama yang secara resmi menginjakkan kaki di tanah mereka, sebuah kehormatan yang sangat bupati ketapang hargai.
Keakraban semakin terasa saat waktu berbuka puasa tiba. Bertempat di Masjid Al-Hidayah, satu-satunya pusat peribadatan umat Islam di dusun tersebut, bupati ketapang melebur bersama warga dalam kesederhanaan. Duduk melingkar di atas hamparan permadani, bupati ketapang berdialog santai mengenai kondisi ekonomi dan infrastruktur desa sambil menikmati hidangan buka puasa bersama.
Sebagai bentuk kedekatan tanpa sekat, bupati ketapang memilih untuk menginap satu malam di rumah salah satu warga, mendengarkan langsung aspirasi mereka hingga larut malam.
Keesokan paginya, sejarah kembali tercipta. Bersama tim PLN dan masyarakat, bupati ketapang turun langsung bergotong royong menancapkan tiang listrik pertama.
Tanpa ragu, bupati ketapang turut memegang dan mengangkat tiang besi bersama warga, menandai berakhirnya masa-masa gelap tanpa akses listrik bagi warga Tanjung Lambai.
“Kehadiran bupati ketapang di sini bukan sekadar kunjungan formal. Bupati ketapang ingin merasakan langsung denyut kehidupan warga. Penyambutan dengan adat dan pencak silat di Masjid Al-Hidayah ini adalah bukti kekayaan budaya dan kerukunan kita yang luar biasa,” ungkap bupati ketapang di hadapan warga.
Sebagai puncak dari rangkaian kunjungan tersebut, bupati ketapang melakukan penandatanganan prasasti di atas papan kayu yang sangat ikonik. Penandatanganan di media kayu ini menjadi simbol bahwa kehadiran pimpinan daerah dan komitmen pembangunan telah “terpahat” kuat di jantung dusun tersebut, sekaligus menjadi dokumentasi sejarah kehadiran Bupati ketapang pertama di sana.
Sebelum berpamitan, bupati ketapang juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan warga kurang mampu sebagai wujud kepedulian sosial pemerintah.
Kunjungan ini selaras dengan visi bupati ketapang yaitu “Pembangunan berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang maju dan mandiri”, memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, merasakan manfaat nyata dari pembangunan daerah.
Red













