Example 325x300
PEMERINTAH

Bupati Ketapang Resmi Membuka Pagelaran Seni Budaya Melayu di Manis Mata  

88
×

Bupati Ketapang Resmi Membuka Pagelaran Seni Budaya Melayu di Manis Mata  

Sebarkan artikel ini

MANIS MATA – Bupati ketapang secara resmi membuka Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) di Kecamatan Manis Mata, Rabu (29/7/2026). Perhelatan yang berlangsung selama empat hari hingga 1 Agustus 2026 bertempat di Lapangan Bola Kecamatan Manis Mata ini mengusung tema: “Tancapkan Persaudaraan – Marwah Melayu Tak Lekang Oleh Waktu – Menjaga Marwah Menjunjung Tuah”.

 

Example 325x300

Pada seremoni pembukaan, hadir jajaran Pemkab, anggota DPRD, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten beserta pengurus, unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, perwakilan perusahaan, dan tamu undangan lainnya. Warga disuguhi aneka pertunjukan khas Melayu seperti syair gulung, pencak silat, dan tarian tradisional. Momen ini sekaligus dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus DPC MABM untuk tiga kecamatan: Manis Mata, Marau, dan Air Upas.

 

Bupati ketapang menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan pengurus DPC MABM Manis Mata. “Walaupun persiapan berjalan dalam waktu singkat, penyelenggaraan berjalan baik dan sukses. Ini adalah bukti nyata kekuatan kebersamaan kita dalam mewujudkan hal yang positif.”

 

Bupati ketapang mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan ajang ini sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan, dan meneguhkan komitmen bersama melestarikan warisan budaya Melayu sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan kekayaan Ketapang.

 

“Dengan fondasi persaudaraan yang kuat, kita akan terus hidup berdampingan secara harmonis dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, saling menghormati perbedaan, dan bahu-membahu membangun daerah yang semakin maju, sejahtera, serta berdaya saing.”

 

Tema yang diusung memiliki makna mendalam: persaudaraan adalah pondasi kehidupan bermasyarakat yang damai; sedangkan marwah Melayu adalah jati diri, kehormatan, dan nilai luhur para leluhur yang tak akan lekang dimakan zaman, selama terus dijaga lewat sikap, adat istiadat, bahasa, serta kesenian yang kita wariskan bersama. Sementara itu, menjunjung tuah mengingatkan kita bahwa setiap warisan budaya mengandung kearifan dan keberkahan yang patut menjadi pedoman hidup bermasyarakat.

 

Semoga Pagelaran Seni Budaya Melayu ini berjalan lancar, memperkuat persatuan, dan menjaga kelestarian budaya kita untuk generasi mendatang.

 

Tim Red

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *