KETAPANG – Minggu pagi (26/7/2026) pusat Kota Ketapang berubah wajah penuh semangat. Mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, ruas jalan dari Taman Kedondong hingga Simpang Tiga Jalan HOS Cokroaminoto ditutup sementara bagi kendaraan bermotor, menyelenggarakan agenda rutin Car Free Day (CFD) yang digagas Pemerintah Kabupaten Ketapang.
Sejak dini hari, warga dari berbagai kalangan memadati kawasan ini untuk menikmati ruang yang sehat dan aman. Mulai dari berjalan santai, bersepeda, senam bersama, hingga berkumpul bersama keluarga—jalan yang biasanya riuh kendaraan kini berubah menjadi ruang interaksi yang hangat, ramah pejalan kaki, dan penuh kebersamaan.
Saya pun turut hadir merasakan suasana, berjalan menyusuri kawasan, menyapa warga, berbincang santai dengan anak-anak, remaja, hingga para orang tua yang memanfaatkan waktu libur untuk beraktivitas sehat.
Dalam kesempatan itu, saya juga meresmikan peluncuran layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Halaman Gedung Pancasila. Langkah ini menjadi wujud mendekatkan pelayanan negara kepada masyarakat, yang ke depannya akan rutin hadir di setiap pelaksanaan CFD. Nantinya warga dapat mengurus perekaman KTP-el, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak, aktivasi IKD, dan layanan kependudukan lainnya tanpa harus datang ke kantor dinas.
Tak hanya itu, di kawasan depan Café Nuba, Dinas Kesehatan juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis—mulai cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga konsultasi medis—sebagai upaya deteksi dini penyakit serta mendorong budaya hidup sehat.
Semarak semakin lengkap dengan hadirnya puluhan pelaku UMKM yang menampilkan beragam kuliner, minuman, dan produk unggulan lokal khas Ketapang. Kehadiran mereka tak sekadar menghidupkan suasana, namun membuka peluang pasar dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Luar biasa, para pelaku usaha ini juga berkomitmen menjaga kebersihan kawasan dengan menyediakan kantong sampah secara mandiri.
Saya menegaskan, Car Free Day bukan sekadar acara rutin mingguan:
“Car Free Day bukan hanya ruang untuk berolahraga, tetapi juga ruang kebersamaan, ruang pelayanan, dan ruang tumbuhnya ekonomi masyarakat. Ke depan, setiap pelaksanaan CFD akan menghadirkan berbagai pelayanan publik sehingga masyarakat dapat mengurus administrasi, memeriksakan kesehatan, sekaligus menikmati ruang publik yang sehat, nyaman, dan produktif. Bersama kita akan terus menata trotoar, taman, dan seluruh kawasan ini agar menjadi wajah Kota Ketapang yang semakin indah dan membanggakan.”
Melalui penyelenggaraan yang konsisten, Car Free Day diharapkan menjadi ruang publik yang inklusif, pusat pertumbuhan ekonomi warga, serta bukti nyata Pembangunan Berkeadilan menuju Kabupaten Ketapang yang Maju dan Mandiri.
Tim Red













